17 Desember 2008

Satu Dekade JiFFest

Film adalah ajang ekspresi dan media pencerminan dari rentetan alur cerita yang dituangkan dalam sebuah naskah. Dengan menonton film, penikmatnya bisa sedih, tertawa, takut, atau marah. Selain musik, film sering dipilih sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat.

Bagi yang ingin aktual dalam setiap pergaulan, mereka selalu mengikuti setiap judul film baru yang diputar di bioskop. Tidak ketinggalan, informasi gosip seputar aktor atau aktris para pemerannya.

Saat ini, bukan hanya film-film impor yang banyak digandrungi masyarakat, film-film lokal pun tidak kalah banyak penggemarnya. Seperti pada Jakarta International Film Festival (JiFFest) 2008 yang digelar 5 – 9 Desember 2008 lalu.

“Tidak sedikit masyarakat yang antusias dengan film-film lokal dalam Jiffest kali ini,” kata Direktur JiFFest 2008, Lalu Roisamry. JiFFest 2008 sendiri memutar beberapa judul film nasional dan pemutaran pertama (premier) beberapa film lokal.

Bukan hanya sebagai ajang pemutaran film belaka, JiFFest 2008 juga menggelar Kompetisi Film Cerita Panjang Indonesia (Indonesian Feature Film Competition). Dalam kompetisi tersebut dipilih Film Indonesia Terbaik dan Sutradara Terbaik dari film-film Indonesia yang dirilis dari Oktober 2007 sampai September 2008.
Dari 84 film Indonesia yang dirilis pada periode ini, JiFFest telah melakukan seleksi awal dan memilih 10 film yang layak masuk kompetisi. Film-film tersebut adalah: Fiksi, Get Married, In the Name of Love, Laskar Pelangi, LoVe, May, Mereka Bilang Saya Monyet!, Perempuan Punya Cerita, Quickie Express dan Radit & Jani.

Kemudian, JiFFEst 2008 pun memutar film-film Indonesia terbaru yang diputar sebagai Indonesian Gala Premieres, seperti: Drupadi (film pendek karya Riri Riza dengan bintang Nicholas Saputra dan Dian Sastro), film dokumenter Pertaruhan (tentang kehidupan kaum wanita yang terpinggirkan, diproduseri oleh Nia Dinata dan dibuat oleh lima sutradara muda, yaitu Ani Ema Susanti, Iwan Setiawan & M. Ichsan, Lucky Kuswandi, Ucu Agustin), film terbaru Garin Nugroho Di Bawah Pohon (Under the Tree), yang dibintangi Marcella Zalianty, Nadia Shapira dan Dwi Sasono.

Sebagai bagian dari “perayaan” ini, JiFFest juga mempersembahkan “The 10 Years of Indonesian Film Revival”, sebuah program yang memutar 10 film Indonesia terlaris selama sepuluh tahun terakhir. Untuk masuk kategori ini, sebuah film harus mendatangkan sedikitnya 1,3 juta penonton di bioskop! Film-film yang masuk kategori ini antara lain : Petualangan Sherina, Jelangkung, Ada Apa Dengan Cinta?, Eiffel … I’m in Love!, Apa Artinya Cinta?, Ayat-Ayat Cinta, Get Married, Kuntilanak, Quikie Express, dan Laskar Pelangi.

JiFFest 2008
Ajang pemutaran film-film berskala internasional ini sudah kali kesepuluh dilaksanakan. Selama satu dekade, JiFFest menjadi salah satu acara kebudayaan berskala internasional yang sukses bertahan di Indonesia.

Lebih dari 100 film dari 24 negara diputar tahun ini. Pemutaran film bertempat di Platinum XXI FX, Blitz Megaplex Grand Indonesia, pusat-pusat kebudayaan seperti Erasmus Huis, Kineforum TIM, Galeri Cipta TIM, GoetheHaus, Institut Italiano di Cultura, dan The Japan Foundation.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1999 sampai sekarang, JiFFest selalu mendapat tanggap positif dari pecinta film di dalam dan luar negeri. Dengan rata-rata jumlah penonton antara 50 – 60 ribu selama 3 tahun terakhir. Sejak tahun 2006, JiFFest juga telah menjadi festival film internasional terbesar di Asia Tenggara dalam jumlah penonton. Jauh melewati kapasitas penonton festival film internasional di Bangkok, Singapura, dan Manila.

Namun krisis ekonomi global akhir-akhir ini memaksa JiFFest mengurangi skala festival demi keberlangsungan acara JiFFest itu sendiri. Dari 10 hari penyelenggaraan, dikurangi menjadi 5 hari. Hal ini terpaksa dilakukan agar dengan segala keterbatasan yang ada, JiFFest dapat terus hadir menjadi agenda tahunan budaya Jakarta dan Indonesia.

Meski begitu, JiFFest tetap terus menjadi ajang tontonan film-film berkelas dunia terbesar di Indonesia, dan yang lebih penting, JiFFest menjadi bagian kebangkitan dunia perfilman Indonesia. Saat JiFFest baru mulai, kurang dari 10 film Indonesia dirilis setiap tahunnya, tetapi sekarang, hampir 100 film Indonesia telah dan akan dirilis sampai bulan Desember 2008.

Kampanye Kontras di JiFFest

Tahun ini, Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) ambil bagian dalam JiFFest 2008. Dengan tema “Human Loves Human”, sebagai sebuah kampanye sosial, Kontras berupaya mencegah tindak kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia.

Caranya, memberikan inspirasi setiap manusia untuk saling mencintai. Ketakpedulian pada yang lain, ketidakadilan pada yang lemah, dapat diubah menjadi tenggang rasa dan penghargaan setiap manusia. “Ide ini sebenarnya muncul ketika ulang tahun Kontras tahun lalu. Kami ingin berjuang melalui medium etik seperti film yang kemudian bisa menjadi inspirasi,” kata Usman Hamid mewakili Kontras.

Bertepatan dengan 60 tahun Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, Human Loves Human dihadirkan dalam beberapa film yang akan diputar di JiFFest. Film-film tersebut adalah : The Day After Peace, Donkey In Lahore, Eve & The Fire Horse, Up The Yangtze, dan Where In The World Is Osama Bin Laden.

Cinta dalam “Human Loves Human” mungkin ada yang mengartikannya sebagai ekspresi cinta asmara manusia. “Itu tak salah, yang mau kita semarakkan adalah cinta yang luas, antar manusia dan makhluk hidup lainnya,” ucap Usman.

Sejarah manusia membuktikan, kebencian dan keserakahan manusia membuat manusia menderita dan hancurnya alam raya, termasuk pemanasan global yang pada akhirnya memperburuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Film Pembuka dan Penutup
Keseluruhan rangkaian film-film di JiFFest dibuka dengan Gala Opening yang menampilkan Film Pembuka, Burn After Reading, komedi terbaru karya Sutradara Terbaik Academy Awards tahun ini Joel dan Ethan Coen, yang menampilkan bintang-bintang papan atas George Clooney, Brad Pitt, John Malkovich, Tilda Swinton dan Frances McDormand.

Sementara Film Penutup yang mengakhiri kemeriahan JiFFest tahun ini adalah Vicky Cristina Barcelona karya Woody Allen. Dengan bintang-bintang Scarlett Johansson, Javier Bardem dan Penelope Cruz, ditambah dengan pemandangan alam Barcelona, film ini membawa penontonnya ke suasana yang ceria dan menyenangkan.

“Tahun ini, JiFFest 2008 ditonton kurang lebih sekitar 28 ribu orang dari 138 judul film yang diputar,” kata Lalu saat malam penutupan yang dilangsungkan di Blitz Megaplex.

Bersamaan dengan itu, diumumkan pula para pemenang lomba penulisan naskah film, sutradara film terbaik dan film terbaik versi JiFFest.

0 komentar:

  © Blogger template The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP