17 Desember 2008

Bukan Awan yang Menggantung

“Blogger jangan hanya seperti awan yang menggantung di atas sana. Mereka harus bisa memberi kontribusi positif buat masyarakat,” kata Mentri Riset dan Teknologi, Kusmayanto Kadiman saat sesi diskusi bertema Blogging for Society di ajang Pesta Blogger 2008 lalu.

Bila sekitar 5 tahun lalu masyarakat hanya dapat menerima informasi dari media-media main stream seperti koran, majalah, tabloid dan semacamnya, tapi dengan adanya internet, kini masyarakat bertindak bukan hanya sebagai penerima berita atau informasi. Dengan blog, mereka bisa menjalin komunikasi dua arah yang membuat informasi menjadi lebih terpercaya, jujur, dan aktual.

Kontribusi positif buat masyarakat seperti dicontohkan Kusmayanto adalah ketika blogger dirangkul menjadi mitra pemerintah. Dalam bidang pendidikan, blogger pernah diajak dalam membuat buku tentang operating system di open source. “Dari blog bisa dibuat 6 buah buku untuk anak-anak SMP,” ucap Kusmayanto.

Di sinilah, lanjutnya, blogger mampu memberi kontribusi positif dalam dunia pendidikan. Bukan hanya seperti awan yang menggantung di atas sana.

Namun, masalah infrastruktur internet di Indonesia masih menjadi isu besar buat para blogger di Indonesia. Sekarang ini, tarif internet di Indonesia masih terbilang mahal, belum lagi masalah koneksinya yang tidak bisa dibilang cepat.

Meski begitu, masyarakat Indonesia diharapkan jangan putus asa. Tetaplah berusaha mendapatkan informasi dari internet dengan kreatif. Misalnya, seperti yang dilakukan Sekolah Labs School Rawamangun.

Di sana, pengurus sekolah rela men-download berbagai informasi dari internet saat murid-murid tidak di sekolah. Mereka mengunggah informasi apa saja yang kira-kira digemari anak-anak sekolah ke local server. Sehingga murid-murid bisa mengakses internet ketika masuk sekolah. “Dengan begitu, koneksinya akan lebih baik dibanding langsung ke jaringan internet,” ungkap Kusmayanto.

Tapi, Blog bisa pula menjadi pisau bermata dua. Jika tidak dibarengi rasa tanggung jawab dan itikad untuk tidak memuat isi yang tidak melanggar undang-undang dan aturan yang berlaku, maka blog bisa menjadi bumerang buat pemiliknya. Lihat saja kasus pembuatan kartun Nabi Muhammad SAW yang melanggar UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP), atau UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) atau KUHP.

Di situlah, keterbukaan dan teknologi informasi disalahgunakan dengan memuat isi yang mengandung SARA. Alih-alih mendapat popularitas di dunia maya, dengan begitu, blogger malah bisa masuk bui.

Kuantitas Blog
Jumlah blog yang terdapat di dunia internet pada Oktober 2006 lalu saja sekitar 27 juta. Kenyataan tersebut seperti dikutip dari scriptintermedia.com, bisa terus bertambah. Menurut laporan Technorati.com, masih dalam tahun yang sama, sekitar 75.000 blog baru muncul setiap hari, dan sebuah blog baru tercipta setiap detik. Setiap jam para blogger memasukkan 50.000 entri baru dari seluruhnya 1,2 juta entri baru per hari.

Namun, dari begitu banyak blog, hanya sekitar 60 – 80% yang hidup selama 1 bulan. Blog mudah memulainya, tapi susah mengurusnya. “Meski punya komitmen yang kuat, tapi ngeblog butuh ekstra waktu dan energi,” ucap CEO Virtual Consulting, Nukman Luthfie.

Makanya, ketika memiliki blog ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, ambil topik yang unik dan menarik, tapi jangan membuat postingan yang kental nuansa pornografi. Pun jangan menulis tema tulisan yang bukan bidangnya.

Kedua, karena tidak mudah untuk mengurus blog, blogger harus benar-benar menyediakan waktu dan energi. Terkadang, meski punya komitmen kuat, kita sering terhalang oleh pekerjaan kita sendiri, keluarga, dan kepentingan dalam bermasyarakat.

Ketiga, dengan alasan internet yang akan menggeser media mainstream, maka blog pun harus bisa menyuguhkan informasi yang aktual dan berhubungan dengan waktu, signifikan (tulisan yang memiliki dampak buat pembacanya), disukai banyak orang, tentang hal dan orang-orang yang populer, serta informasi yang bersifat human interest.

Setidaknya, seorang blogger harus pula menggunakan pendekatan newsworthy dalam menulis posting buat blog-nya.

Di luar hal tersebut, blogger juga harus be awesome dan friendly. Mereka harus bisa menghargai pembacanya. Misalnya, dengan tidak asal dalam menjawab komentar, tapi berusahalah mengajak berdiskusi.

Buatlah semacam stop list yang kira-kira akan menghalangi kita beraktifitas di blog. Terakhir, bangunlah hubungan dengan orang lain, kalau bisa secara off line. “Dengan begitu, biasanya akan ada saja ide-ide tertentu, bahkan ide bisnis yang menguntungkan,” kata Nukman.

Blog Pencari Uang
Saat ini, blog bukan hanya sebagai media penuang ekspresi pemiliknya. Tidak sedikit orang yang memanfaatkan blog sebagai ajang pencari uang. Sebut saja seperti program pencari uang di Internet seperti Google Adsense dengan Pay Per Click (PPC) atau program affiliate lainnya.

Dengan program tersebut, pemilik blog bisa mendapat uang dengan hanya memasangkan iklan pada blognya sendiri. Bila ada yang meng-klik iklan tersebut, pemilik blog otomatis akan langsung mendapat uang dengan hitungan tertentu.

Tapi, menurut Nukman, program pencari uang tersebut dikatakan kuno karena target iklannya yang sedikit. Belum lagi lamanya waktu yang dibutuhkan dalam mencari uang dengan cara ini.

Nukman malah menganjurkan para blogger yang menghadiri diskusinya di Pesta Blogger 2008 untuk lebih memilih membangun branding blog sendiri ketimbang ikut program pencari uang di atas. Dengan begitu, blogger bisa membuat pondasi untuk bisnis atau meraih iklan yang kini wara-wiri di media main stream.

Nukman memberi contoh beberapa blogger yang membangun blog sendiri dan sekarang telah menjadi pengusaha beromzet milyaran rupiah. Sebut saja seperti Roni Yuzirwan, dia memulai aktifitas blog ketika usahanya di Tanah Abang hancur. Setelah beberapa lama, kini blognya paling banyak dikunjungi orang dan bisa menjadi tempat usaha dengan penghasilan tidak sedikit.

Atau blog yang dibangun seorang ibu rumah tangga yang isinya hanya bercerita tentang pengalaman sehari-hari dalam mengurus anak dan keluarganya. Karena banyak orang yang memiliki cerita dan pengalaman yang sama berkunjung ke blognya, dia akhirnya membuat blog www.saqina.com yang menjual pakaian muslim. Sekarang, omzetnya sudah sekitar Rp 4juta/hari.

Masih banyak cerita lain yang dilemparkan Nukman, dan yang sangat inspiratif adalah ketika dirinya sendiri menulis tentang lokasi diving di Lembeh Resort serta Boutique Villa di Seminyak, Bali.

Setelah menulisnya, secara tidak disangka, dia malah mendapatkan tempat peristirahatan tersebut dengan gratis plus akomodasinya. Itulah salah satu kekuatan dan peruntungan yang bisa didapat ketika memiliki blog.

Bloging = OKB
Dalam memulai blogging, ada beberapa syarat yang dianjurkan oleh Nukman. Pertama, seorang blogger harus merasa senang dengan aktivitas ngeblog. Kedua, blognya harus bisa memberi manfaat buat orang lain (knowledge sharing). Jangan isinya cuma ditanggapi sama teman-temannya sendiri, apalagi kalau komentarnya bersifat chit-chat. “Kalau blog yang begitu, berarti dia sudah gagal dalam membangun brand-nya,” kata Nukman.

Ketiga, kalau memang dia bisa membuat blog sendiri dengan baik, maka dia juga bisa mengembangkan atau mengektensinya ke blog bisnis. Misalnya, seperti menjual berbagai produk via internet.

Lalu bagaimana kalau pemilik blog, bukan seorang pebisnis? Dewasa ini, blog sudah mulai dilirik beberapa perusahaan besar sebagai media alternatif dalam beriklan. Sekarang ini saja, menurut Nukman, Toyota Astra Motor, Xl, HP Indonesia, dan Ponds sudah melirik blog sebagai media iklannya.

Dengan begitu, kesempatan untuk mendapat perolehan iklan dari perusahaan-perusahaan tersebut semakin terbuka lebar buat blogger. Tapi, Nukman menambahkan, tidak sembarang blog bisa mendapat iklan karena pemasang iklan akan melihat dulu popularitas dan konten dari blog yang akan mereka pasangi iklan. “Minimal traffic-nya sekitar 1000 pengunjung per hari,” ujarnya.

Terlebih lagi, blog sekarang sudah dapat memengaruhi konsumen dalam membeli barang. Menurut penelitian yang dilakukan Forrester Research seperti dituturkan Nukman, blog menempati urutan kedua setelah pengaruh dari teman dan keluarga dalam pembelian produk masyarakat. Mengalahkan iklan di media cetak dan televisi. “Blog tidak bisa dianggap remeh lagi, blog adalah bintang masa depan,” katanya.

Blogger Asing
Blogger asing diundang untuk menghadiri Pesta Blogger 2008. Mark Tafoya (Amerika Serikat), Anthony Bianco (Australia), Jeff Ooi (Malaysia), Mike Aquino (Filipina), dan Mr Brown (Singapura), diajak mengunjungi Jakarta, Bali, dan Yogyakarta dari 17 – 21 November 2008.

Dalam blogging trip tersebut, kelimanya ditunjukkan obyek-obyek wisata Indonesia. Dengan begitu, melalui blog yang mereka miliki, blogger-blogger asing tersebut dapat lebih mempopulerkan Indonesia di mata dunia. Makanya, tidak heran bila Departemen Kebudayaan dan Pariwisata mau membiayai perjalanan mereka.

Selain cerita-cerita perjalanan dan pengalaman wisata, mereka juga berinteraksi langsung dengan blogger Indonesia. Salah satu hal yang dibicarakan adalah mengenai jaringan dan koneksi (Jarkon) internet di Indonesia.
“Masyarakat Indonesia sudah punya spirit, tapi tools-nya (jaringan dan koneksi) yang masih belum bagus,” kata Mr Brown yang gemar bersepeda ini.

Dari 3 kota yang dikunjunginya, meski menginap di hotel berbintang lima, Mr Brown selalu memiliki masalah dengan koneksi dan jaringan internet. Tapi, meski begitu, dia masih terkesan dengan fasilitas hotspot yang sudah tersedia di kawasan Kota Tua.

Lain halnya dengan Jeff Ooi yang berkomentar tentang blogger Indonesia. Salah satu anggota parlemen di Malaysia ini mengatakan bahwa blogger Indonesia masih muda-muda dan dinamis. Dia juga terkesan dengan Pesta Blogger 2008 yang didukung oleh 3 mentri (Departemen Komunikasi dan Informatika, Kementrian Negara Riset dan Teknologi, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata), berbeda dengan Malaysia.

Blogger-blogger asing tersebut datang dari berbagai profesi. Seperti Mark Tafoya yang lebih banyak berkecimpung sebagai juru masak, Jeff Ooi yang bekerja sebagai anggota parlemen Malaysia, Mr Brown yang aktif sebagai penulis, Antony Bianco yang sering menjadi traveller, dan Mike Aquino yang berprofesi sebagai copywritter.

Mereka dan juga blogger di Indonesia, disatukan dalam sebuah teknologi penyebaran informasi yang sepertinya sudah menjadi gaya hidup. Life style yang lahir dari tuntutan kebutuhan manusia dalam bersosialisasi dengan manusia lainnya. Namun bukan dalam dunia nyata, tapi sosialisasi maya dalam dunia internet.

Pesta Blogger 2008
Dibanding tahun lalu, Pesta Blogger 2008 lebih banyak jumlah pesertanya. Bukan hanya dari Jakarta, tapi beberapa blogger dari luar daerah pun banyak hadir. Dengan begitu, kehadiran blog memang telah diterima sebagai media alternatif penyebaran informasi.

“Tahun lalu, kami menggelar Pesta Blogger pertama di Indonesia dan berhasil menghadirkan sekitar 500 peserta. Tahun ini, jumlahnya hingga dua kali lipatnya,” kata Chairman Pesta Blogger 2008, Wicaksono atau dikenal dengan Ndoro Kakung.
Pesta Blogger 2008 juga memberikan penghargaan “Blogging For Society Award 2008” buat komunitas blogger yang dinilai telah menggunakan kekuatan blog secara maksimal, menunjukkan konsistensinya di ranah blog, dan memiliki serangkaian aktivitas sosial di sepanjang 2008.

Selain itu, diberikan juga penghargaan “The Most Promising Blogger Community In 2008” pada komunitas blogger yang dinilai memiliki perkembangan pesat dalam pemanfaatan blog, dan memiliki rangkaian aktivitas sosial yang menjanjikan.
Penghargaan khusus juga diberikan pada pemenang “Photo Contest Pesta Blogger 2008”. Melalui kompetisi ini, peminat fotografi diajak untuk memotret tema “Blogging For Society” dari balik lensa kamera.

Kesuksesan Pesta Blogger 2008 juga terkait dengan dukungan dari para menteri dan organisasi pemerintahan yang berpikiran terbuka dan progresif, serta institusi dan perusahaan yang mengerti pentingnya media baru seperti blog.

“Depkominfo, Kementrian Negara Ristek, dan Depbudpar juga patut dipuji atas dukungannya. Juga sponsor utama kami, U.S Embassy, yang memiliki keberanian untuk mencoba aktivitas diplomasi cara baru dengan mendukung Pesta Blogger 2008,” kata Wicaksono.

Terkait program Visit Indonesia Year 2008, acara ini juga mendatangkan 5 orang blogger asing untuk mengikuti serangkaian blogging trip sejak 17 – 21 November 2008. Mereka mengunjungi Bali, Yogyakarta, dan Jakarta.

Usaha in kemudian membantu juga menciptakan imej barumengenai Indonesia pada dunia luar. Sebagaimana dicantumkan dalam Twitter-nya Shel Israel (co-author dari buku yang cukup berpengaruh, Naked Conversations). Ia mengatakan bahwa dengan Pesta Blogger, kita kini memiliki Indonesia 2.0.

Read More......

Satu Dekade JiFFest

Film adalah ajang ekspresi dan media pencerminan dari rentetan alur cerita yang dituangkan dalam sebuah naskah. Dengan menonton film, penikmatnya bisa sedih, tertawa, takut, atau marah. Selain musik, film sering dipilih sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat.

Bagi yang ingin aktual dalam setiap pergaulan, mereka selalu mengikuti setiap judul film baru yang diputar di bioskop. Tidak ketinggalan, informasi gosip seputar aktor atau aktris para pemerannya.

Saat ini, bukan hanya film-film impor yang banyak digandrungi masyarakat, film-film lokal pun tidak kalah banyak penggemarnya. Seperti pada Jakarta International Film Festival (JiFFest) 2008 yang digelar 5 – 9 Desember 2008 lalu.

“Tidak sedikit masyarakat yang antusias dengan film-film lokal dalam Jiffest kali ini,” kata Direktur JiFFest 2008, Lalu Roisamry. JiFFest 2008 sendiri memutar beberapa judul film nasional dan pemutaran pertama (premier) beberapa film lokal.

Bukan hanya sebagai ajang pemutaran film belaka, JiFFest 2008 juga menggelar Kompetisi Film Cerita Panjang Indonesia (Indonesian Feature Film Competition). Dalam kompetisi tersebut dipilih Film Indonesia Terbaik dan Sutradara Terbaik dari film-film Indonesia yang dirilis dari Oktober 2007 sampai September 2008.
Dari 84 film Indonesia yang dirilis pada periode ini, JiFFest telah melakukan seleksi awal dan memilih 10 film yang layak masuk kompetisi. Film-film tersebut adalah: Fiksi, Get Married, In the Name of Love, Laskar Pelangi, LoVe, May, Mereka Bilang Saya Monyet!, Perempuan Punya Cerita, Quickie Express dan Radit & Jani.

Kemudian, JiFFEst 2008 pun memutar film-film Indonesia terbaru yang diputar sebagai Indonesian Gala Premieres, seperti: Drupadi (film pendek karya Riri Riza dengan bintang Nicholas Saputra dan Dian Sastro), film dokumenter Pertaruhan (tentang kehidupan kaum wanita yang terpinggirkan, diproduseri oleh Nia Dinata dan dibuat oleh lima sutradara muda, yaitu Ani Ema Susanti, Iwan Setiawan & M. Ichsan, Lucky Kuswandi, Ucu Agustin), film terbaru Garin Nugroho Di Bawah Pohon (Under the Tree), yang dibintangi Marcella Zalianty, Nadia Shapira dan Dwi Sasono.

Sebagai bagian dari “perayaan” ini, JiFFest juga mempersembahkan “The 10 Years of Indonesian Film Revival”, sebuah program yang memutar 10 film Indonesia terlaris selama sepuluh tahun terakhir. Untuk masuk kategori ini, sebuah film harus mendatangkan sedikitnya 1,3 juta penonton di bioskop! Film-film yang masuk kategori ini antara lain : Petualangan Sherina, Jelangkung, Ada Apa Dengan Cinta?, Eiffel … I’m in Love!, Apa Artinya Cinta?, Ayat-Ayat Cinta, Get Married, Kuntilanak, Quikie Express, dan Laskar Pelangi.

JiFFest 2008
Ajang pemutaran film-film berskala internasional ini sudah kali kesepuluh dilaksanakan. Selama satu dekade, JiFFest menjadi salah satu acara kebudayaan berskala internasional yang sukses bertahan di Indonesia.

Lebih dari 100 film dari 24 negara diputar tahun ini. Pemutaran film bertempat di Platinum XXI FX, Blitz Megaplex Grand Indonesia, pusat-pusat kebudayaan seperti Erasmus Huis, Kineforum TIM, Galeri Cipta TIM, GoetheHaus, Institut Italiano di Cultura, dan The Japan Foundation.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1999 sampai sekarang, JiFFest selalu mendapat tanggap positif dari pecinta film di dalam dan luar negeri. Dengan rata-rata jumlah penonton antara 50 – 60 ribu selama 3 tahun terakhir. Sejak tahun 2006, JiFFest juga telah menjadi festival film internasional terbesar di Asia Tenggara dalam jumlah penonton. Jauh melewati kapasitas penonton festival film internasional di Bangkok, Singapura, dan Manila.

Namun krisis ekonomi global akhir-akhir ini memaksa JiFFest mengurangi skala festival demi keberlangsungan acara JiFFest itu sendiri. Dari 10 hari penyelenggaraan, dikurangi menjadi 5 hari. Hal ini terpaksa dilakukan agar dengan segala keterbatasan yang ada, JiFFest dapat terus hadir menjadi agenda tahunan budaya Jakarta dan Indonesia.

Meski begitu, JiFFest tetap terus menjadi ajang tontonan film-film berkelas dunia terbesar di Indonesia, dan yang lebih penting, JiFFest menjadi bagian kebangkitan dunia perfilman Indonesia. Saat JiFFest baru mulai, kurang dari 10 film Indonesia dirilis setiap tahunnya, tetapi sekarang, hampir 100 film Indonesia telah dan akan dirilis sampai bulan Desember 2008.

Kampanye Kontras di JiFFest

Tahun ini, Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) ambil bagian dalam JiFFest 2008. Dengan tema “Human Loves Human”, sebagai sebuah kampanye sosial, Kontras berupaya mencegah tindak kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia.

Caranya, memberikan inspirasi setiap manusia untuk saling mencintai. Ketakpedulian pada yang lain, ketidakadilan pada yang lemah, dapat diubah menjadi tenggang rasa dan penghargaan setiap manusia. “Ide ini sebenarnya muncul ketika ulang tahun Kontras tahun lalu. Kami ingin berjuang melalui medium etik seperti film yang kemudian bisa menjadi inspirasi,” kata Usman Hamid mewakili Kontras.

Bertepatan dengan 60 tahun Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, Human Loves Human dihadirkan dalam beberapa film yang akan diputar di JiFFest. Film-film tersebut adalah : The Day After Peace, Donkey In Lahore, Eve & The Fire Horse, Up The Yangtze, dan Where In The World Is Osama Bin Laden.

Cinta dalam “Human Loves Human” mungkin ada yang mengartikannya sebagai ekspresi cinta asmara manusia. “Itu tak salah, yang mau kita semarakkan adalah cinta yang luas, antar manusia dan makhluk hidup lainnya,” ucap Usman.

Sejarah manusia membuktikan, kebencian dan keserakahan manusia membuat manusia menderita dan hancurnya alam raya, termasuk pemanasan global yang pada akhirnya memperburuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Film Pembuka dan Penutup
Keseluruhan rangkaian film-film di JiFFest dibuka dengan Gala Opening yang menampilkan Film Pembuka, Burn After Reading, komedi terbaru karya Sutradara Terbaik Academy Awards tahun ini Joel dan Ethan Coen, yang menampilkan bintang-bintang papan atas George Clooney, Brad Pitt, John Malkovich, Tilda Swinton dan Frances McDormand.

Sementara Film Penutup yang mengakhiri kemeriahan JiFFest tahun ini adalah Vicky Cristina Barcelona karya Woody Allen. Dengan bintang-bintang Scarlett Johansson, Javier Bardem dan Penelope Cruz, ditambah dengan pemandangan alam Barcelona, film ini membawa penontonnya ke suasana yang ceria dan menyenangkan.

“Tahun ini, JiFFest 2008 ditonton kurang lebih sekitar 28 ribu orang dari 138 judul film yang diputar,” kata Lalu saat malam penutupan yang dilangsungkan di Blitz Megaplex.

Bersamaan dengan itu, diumumkan pula para pemenang lomba penulisan naskah film, sutradara film terbaik dan film terbaik versi JiFFest.

Read More......

16 Desember 2008

Komunikasi dan Identitas Keluarga

Berbicara tentang hobi dan kepentingan yang sama, bisa menciptakan kebersamaan dalam sebuah keluarga.

Anak-anak sangat lucu, seperti malaikat, apalagi kalau mereka sedang tidur. Sering membuat kita terus teringat saat merek kecil dan tidak jarang yang menuliskan saat-saat itu dalam sebuah buku.

Tapi, saat anak beranjak dewasa, banyak keluarga yang terputus komunikasinya. Orangtua menjadi tidak sering berbicara karena anaknya sudah tumbuh dewasa. Hubungan di antara mereka tidak lagi sehangat ketika anak masih kecil.

Sesuatu Untuk Dibicarakan
Menjalani hobi yang sama dalam sebuah keluarga dapat membantu menumbuhkan komunikasi di antara anggotanya. Bahkan, ketika anak masuk dalam masa pubertas. Ada orang tua yang mengajak anaknya naik gunung dan kamping bersama. Di situ, mereka bisa saling bercerita dan bertukar pengalaman tentang hobi mereka.

Komunikasi antara orangtua dan anak akan tumbuh ketika:
1. Berbagai Penyelesaian
Bisa saja kita menemukan berbagai masalah dalam mengisi waktu bersama anak. Tapi dari situ, kita bisa menumbuhkan komunikasi di antara anggota keluarga ketika mencari penyelesaiannya.
2. Berbagi Pengalaman
Terlibat dalam aktivitas yang sering dilakukan keluarga tiap tahunnya, bisa menjadi kenangan yang indah di antara keluarga. Misalnya, ketika sang ayah naik gunung dan menginjak seekor ular. Anak akan terus mengingat bagaimana reaksi ayahnya ketika itu terjadi.
3. Cerita
Tidak ada yang lebih bagus bagi anak dari sesuatu yang bisa diceritakan di sekolah nanti. Seperti cerita ayah yang menginjak ular di atas. Bagi anak remaja, menceritakan hal yang dialami bersama keluarga bisa menjadi indentitas dan kebanggaan tersendiri buat mereka.Bahkan, diluar sekolah, hal tersebut bisa menjadi bahan cerita selagi makan.

Ketika aktivitas keluarga dibangun di atas kesamaan hobi dan kesenangan, hal itu bisa menjadi kesempatan baik untuk memupuk hal-hal positif dan membangun komunikasi atas dasar saling percaya di antara anggota keluarga.

Masalah Identitas Keluarga

Anak-anak perlu diakui eksistensinya. Jika tidak, anak akan mencari tempat lain di mana ia merasa dimiliki. Bisa saja, ketika di keluarga tidak diakui, dia mencari eksistensi dalam kelompok lain di luar rumah. Dalam sebuah gang, misalnya.

Ada seorang anak di penjara yang bercerita bahwa dengan menjadi anggota sebuah gang, dia merasa seperti di dalam keluarga. Merasa diperhatikan dan diakui keberadaannya.

Padahal, kalau dipikir, buat apa menjadi anggota dari gang-gang tersebut. Tapi, kebanyakan adalah karena memang tidak diakui dalam keluarganya. Atau karena sang anak terlibat hal-hal yang tidak baik.

Dengan adanya aktivitas bersama keluarga, mestinya bisa menjadi pencegah anak-anak ketika akan melakukan hal-hal yang tidak baik. Mereka akan ingat keluarga dan aktivitas-aktivitas yang telah mereka lakukan.

Di saat anak merasa memiliki keluarga, mereka akan:
1. Merasa aman dan memiliki kelompok atau grup sendiri
2. Merasa kuat dan mudah menolak hal-hal yang tidak baik
3. Memiliki perspektif, hidup bukan hanya omongan yang ada di meja makan. Bila kita sering mendengar anjuran untuk selalu menghabiskan waktu dan mencari kesenangan bersama keluarga, tapi tidak dibarengi dengan mencari kesenangan atau hobi yang sama, maka hanya beberapa anggota keluarga saja yang merasa senang. Maka, carilah aktivitas yang disukai atau digemari oleh semua anggota keluarga agar semuanya merasa senang dan anak pun menyukai aktivitas bersama keluarganya.

Read More......

Pilih Wakil Rakyat dengan SMS

Kemajuan teknologi telah mempengaruhi cara pemilihan wakil rakyat di beberapa negara. Di AS, Barrack Obama terpilih via pemilu yang digelar di Internet. Namun rakyat Estonia punya cara lain.

Tahun 2011 mendatang, rakyat republik Estonia akan memilih wakil rakyatnya dengan menggunakan ponsel. Menurut jubir SK Certification Center di Estonia Raul Kaidro, cara ini mudah dan aman. Namun para pemilih sebelumnya harus memiliki chip resmi yang gratis. Chip ini akan mengandung tandatangan digital yang sudah tersandi, yang akan menjadi tanda pengenal pemiliknya dan memungkinkannya memilih dengan menggunakan pesan SMS.

Namun pemilu mobile ini bukanlah satu-satunya cara untuk memilih. Cara ini hanyalah tambahan dari sistem online dan pemilihan di tempat. Namun semuanya akan terhubung ke sebuah database terpusat untuk identifikasi dan registrasi suara secara instan.

Menurut audit sekuriti independen, proses pemilihan via SMS ini sepenuhnya aman dan bebas utak-atik. Apalagi pengalaman mereka sebelumnya dengan voting online di tahun 2007 - yang juga menggunakan kartu ID digital – sukses. Selain Estonia, Swedia dan Finlandia juga secara teknologi sudah siap untuk menggunakan metoda SMS untuk pemilu.(Kompas.com)

Read More......

15 Desember 2008

Sikapi dengan Cerdas!

Sering kebenaran bersifat subyektif. Merasa benar di antara orang-orang yang juga menganggap dirinya benar. Kebenaran relatif yang menurut Lenin adalah pencerminan dari objek yang relatif benar, yang terbatas dari manusia ini, kerap menjadi pemicu pertikaian dan konflik berbau SARA.

Sejarah telah mencatat beberapa tragedi dan kerusuhan yang memicu perpecahan antar umat beragama, suku, dan ras di Indonesia. Sebut saja kerusuhan di Situbondo, Maluku, Tasikmalaya, Sanggau Ledo, Tanah Abang, dan Poso. Di situ, semua pihak merasa paling benar dan melupakan akibat dari apa yang mereka lakukan.

Etnosentrisme seperti itu sering dipahami sebagai keyakinan yang buta. Hanya melihat melalui kaca mata subyektif yang semu. Tidak peduli dengan masyarakat lain yang sebenarnya memiliki hak yang sama di muka bumi ini.

Sayangnya, meski banyak digembor-gemborkan betapa pentingnya menjaga kerukunan antar manusia dari berbagai segi, masih ada juga masyarakat yang terpancing. Terprovokasi isu-isu yang memang sengaja dilempar orang-orang yang ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan. Atau malah hanya ingin mencari popularitas belaka.

Seperti belakangan terjadi, blog yang menjadi media ekspresi dan informasi dalam dunia internet, ternodai pemuatan kartun Nabi Muhammad. Akibatnya, banyak masyarakat Islam yang tersinggung karena bertolak belakang dengan aturan keyakinan mereka.

Untung saja, pemerintah melalui Kementrian Komunikasi dan Informasi bertindak cepat dengan menyurati blog wordpress agar menutup blog berbahasa Indonesia tersebut. Sehingga masalah ini dapat teratasi dan tidak melebar.

Sikapi dengan Cerdas
Tidak sedikit isu-isu berbau SARA yang ditanggapi dengan emosional. Melupakan rasionalitas dalam mencari titik temu. Tindakan anarkis dan vandalis sering diambil sebagai jalan utama saat isu-isu sensitif muncul. Ke mana rasio dan intelektualitas mereka?

Ketika masyarakat berada dalam kondisi seperti di atas, pergerakan massa sangat sulit untuk dibendung. Secara psikologis, di saat orang dalam kerumunan, maka mereka akan “menghilangkan” jati dirinya, dan kemudian menyatu ke dalam jiwa massa. Di sinilah rasio dan intelektualitas masyarakat biasanya “menghilang”. Terbawa kondisi jiwa massa yang sering bersifat agresif, destruktif, dan hilang akal.

Kembali pada kasus blog di atas, sempat pula beredar isu kalau akses ke wordpress akan diblokir. Kalau memang itu terjadi, penindaknya sama saja dengan demonstran yang berlaku vandalis. Tidak mengutamakan kecerdasan dalam menyelesaikan masalah.

Padahal solusinya sederhana, tangkap saja pelakunya sebagai cyber criminal. Apalagi sekarang negara kita sudah memiliki undang-undang yang mengatur masalah informasi dan transaksi elektronik (UU ITE). Jelas-jelas kalau pelakunya melanggar UU ITE Bab VII Pasal 28 tentang perbuatan yang bisa menimbulkan SARA.

Tapi, kebiasaan masyarakat di negara kita adalah membesar-besarkan masalah. Meruncingkannya menjadi sentimen yang bisa menyulut keresahan dan memicu konflik horisontal. Kenapa harus hal tersebut yang dipertajam?

Sekarang ini, teknologi internet sedang berkembang pesat. Begitu juga dengan masyarakat penggunanya. Miris rasanya kalau akses internet seperti Wordpress sampai ditutup. Tidak sebanding dengan manfaat yang bisa didapat.

Bila pemerintah sudah bertindak cepat seperti kasus di atas, sekarang tinggal masyarakatnya yang harus terus dipupuk rasa kebersamaannya. Saling menghormati sesama pemeluk agama dan menghargai keyakinan masing-masing.

Seperti pandangan seorang mistikus abad ke-13 dari Italia, Fransiskus, yang beranggapan bahwa setiap makhluk ciptaan mempunyai “fatherhood” yang sama, sebab semuanya memiliki keterciptaan yang sama. Fransiskus memandang dan menyapa setiap manusia dan ciptaan Tuhan sebagai “saudara” atau “saudari”.

Sehingga dia mampu menggalang persaudaraan universal dan rohani yang tidak dibatasi garis keturunan, darah, dan latar belakang kehidupan. Sama halnya dengan pandangan Mahatma Gandhi mengenai “ahimsa”(Kerikil-Kerikil Di Jalan Reformasi, William Chang).

Dengan berbuat baik dan mencintai sesama manusia, maka kita bisa hidup damai dengan mengembangkan toleransi dan menjunjung tinggi solidaritas antar masyarakat. Tidak berbeda dengan rumusan positif dalam aturan emas Kong Fu-tze (Analect 15:23) dan Surat Seneka 47:11 yang mengatakan, “cintailah sesamamu seperti dirimu sendiri”

Read More......

  © Blogger template The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP